Tag

, ,

Bus Werkudara yang berperawakan tinggi besar (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

Kalau Anda berkunjung ke Solo dan tidak tahu harus kemana, sementara waktu kunjung Anda terbatas, maka saran saya sebaiknya Anda naik Werkudara. Dengan Werkudara, Anda bisa mengelilingi kota di bawah pemerintahan Insinyur Joko Widodo selama 2-3 jam dengan harga tiket cuma Rp 20.000,-

Werkudara adalah bus tingkat wisata Solo, yang merupakan bus tingkat wisata pertama di Indonesia. Bus Werkudara masuk Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan rekor nomor 4.823. Selain pertama ada, Werkudara juga made in Indonesia, yaitu dibuat oleh Karoseri Tri Sakti Magelang. Bus yang memiliki tinggi 4,5 meter dan lebar 2,5 meter itu di-launching pada 20 Februari 2011 oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Pada Minggu, 12 Februari 2012 saya dan anak-istri naik bus yang berwarna merah terang bergambar Werkudara, satu dari lima tokoh Pandawa dalam dunia pewayangan itu. Berangkat pukul 15.00 WIB, dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, dekat Stadion Manahan menuju Taman Satwa Taru Jurug. Sepanjang perjalanan, ada seorang guide atau pemandu yang menginformasikan tempat-tempat yang berada di sebelah kanan-kiri bus.

Saya dan anak berada di lantai dua bus (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

“Rel yang memanjang di Jalan Selamet Riyadi ini adalah satu-satunya rel di Indonesia yang berada di tengah-tengah kota dan masih digunakan sampai sekarang. Sebelah kanan kita ini adalah Loji Gandrung, Rumas Dinas Walikota Solo Bapak Insinyur Joko Widodo, kemudian masih di sebelah kanan ada Stadion R. Maladi, tempat digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama di Indonesia. Untuk diketahui bahwa di Solo ada 3 stadion, yaitu Stadion Manahan, Stadion Kota Barat dan Stadion R. Maladi. Ketiga-tiganya masih aktif digunakan sampai sekarang,” begitu ujar Sang Pemandu Perjalanan.

Istri saya dan anak di lantai dua bus (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

Jalur keberangkatan Bus Werkudara melewati seputar Jalan Adi Sucipto – Ahmad Yani – Selamet Riyadi – Jenderal Sudirman – Urip Sumoharjo – Kolonel Sutarto – Insinyur Sutami. Selama perjalanan, bus berhenti dua kali masing-masing sekitar 15 menit, yaitu di Bundaran Gladak, persis di sebelah patung Selamet Riyadi (dekat Pintu Gerbang Utara Keraton) dan di Taman Satwa Taru Jurug atau Kebun Binatang Jurug (dekat perbatasan dengan Karanganyar atau sekitar 300 meter sebelah Timur kampus UNS). Penumpang diberi kesempatan untuk berfoto-foto dan membeli makan dan minuman.

Sedangkan rute kembalinya, Bus Werkudara melewati  jalur berbeda, yaitu Jl. Insinyur Sutami – Kolonel Sutarto – Urip Sumoharjo – Kapten Mulyadi – Veteran – Bhayangkara –  Radjiman – Agus Salim – Selamet Riyadi – Ahmad Yani –  Adi Sucipto, dan berakhir di halaman Kantor Dishub  Solo.

Bangku Bus Werkudara berjumlah 52 buah. Pada saat berhenti di Taman Wisata Jurug ada pergantian posisi tempat duduk. Penumpang yang di atas ganti menduduki bangku bawah, dan sebaliknya yang asalnya di bawah ganti duduk di atas. Biar adil dan sama-sama merasakan.

Karena Bus Wisata, maka perjalanannya pelan-pelan. Penumpang pun bisa menikmati makanan atau snack sambil mengarahkan pandangan ke arah kanan dan kiri, sesuai tempat yang diinformasikan Pemandu Perjalanan.

Kami sekeluarga merasa puas dan ingin mengulangi lagi suatu saat nanti, bahkan kami bercita-cita kalau ada sanak keluarga yang datang ke Solo, akan kami ajak naik Werkudara.

Tiket Bus (Dok. Fahrurrozi Zawawi)

Untuk Anda yang tinggal di Solo dan ingin menikmati Werkudara, segera pesan tiket ke Dinas Perhubungan (Dishub), Jl. Menteri Supeno No. 7 Manahan – Solo. Anda akan diberi 3 pilihan waktu jalan, yaitu pukul 09.00, 12.00 atau 15.00 WIB. Lakukan pemesanan jauh-jauh hari, sebab kuota bus sangat terbatas. Selamat Menikmati Kota Bengawan bersama Werkudara.