Pati merupakan sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah. Berdirinya Kabupaten Pati diperkirakan sekitar tahun 1323 saat dipindahkannya Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan lalu berganti nama menjadi Kadipaten Pati.

Bupati (dulu disebut Adipati) Pati pertama kali bernama Raden Tambranegara. Ia adalah putra dari Adipati Pesantenan Kembangjaya atau dikenal juga Adipati Jayakusuma. Selama pemerintahannya, Adipati Tambranegara dikenal sebagai sosok pemimpin yang arif dan bijaksana. Ia sangat memperhatikan nasib rakyatnya, serta menjadi pengayom bagi hamba sahayanya. Kehidupan rakyatnya penuh dengan kerukunan, kedamaian, ketenangan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

Setelah Raden Tambranegara, Kabupaten (dulu disebut Kadipaten) Pati dipimpin Raden Tandanegara, lalu Kayu Bralit, Ki Ageng Penjawi, Raden Sidik, Jayakusuma II atau Adipati Pragola, Ki Arja Pagedongan / Penjaringan sampai sekarang Bupati Tasiman.

Bupati ke-40 asal Juwana itu akan berakhir jabatannya pada akhir September 2011. Siapakah yang akan dipercaya rakyat untuk menggantikannya?

Menurut saya, Bupati Pati ke depan haruslah sosok pemimpin yang nJawani, yaitu pemimpin yang memahami falsafah Jawa. Bupati Pati mesti mengerti dan mengamalkan nilai-nilai kepemimpinan yang dikenal dengan ajaran Hasta Brata sebagaimana terkandung dalam Kitab Ramayana, meliputi 8 (delapan) sifat yang ada di alam semesta sebagai berikut:

Laku Hambeging Kisma. Maksudnya, seorang pemimpin harus berbelas kasih kepada siapa saja, sebagaimana kisma (tanah) yang tidak mempedulikan siapa yang menginjaknya namun tanah selalu memberikan kemanfaatan. Biarpun dicangkul, diinjak dan dibajak, tanah tidak marah, sebaliknya menumbuhkan tanaman yang enak dimakan. Bupati Pati mesti ramah, murah senyum dan penyayang kepada semua warganya dari ujung utara sampai ujung selatan.

Laku Hambeging Tirta. Maksudnya, seorang pemimpin harus berlaku adil sebagaimana tirta (air) yang rata permukaannya. Air tidak pernah emban oyot emban cindhe atau pilih kasih. Bupati Pati mesti memperlakukan sama seluruh warganya tanpa melihat agama, partai, wilayah domisili dan keturunan serta memberikan kesempatan sama untuk tampil mengaktualisasikan diri. Tidak mengangkat pejabat/pegawai atas dasar sama-sama satu golongan, partai atau keluarga, melainkan menjunjung tinggi profesionalisme.

Laku Hambeging Dahana. Maksudnya, seorang pemimpin harus tegas sebagaimana dahana (api) yang sedang membakar. Tanpa pandang bulu. Bupati Pati mesti tegas kepada bawahannya. Tidak membiarkan kesalahan terus berlanjut. Cepat mengambil keputusan sehingga warga cepat mendapat kepastian. Tidak peragu. Siapa yang bersalah, segera diambil tindakan tanpa tebang pilih.

Laku Hambeging Samirana. Maksudnya, seorang pemimpin harus proaktif mengunjungi anak buahnya, ringan bergerak ke mana saja seperti samirana (angin) untuk mengecek sendiri keadaan di lapangan dan tidak cukup menggantungkan laporan dari bawahan.

Laku Hambeging Samodra. Maksudnya, seorang pemimpin harus memiliki sifat pemaaf sebagaimana samudera raya yang siap menampung apa saja yang hanyut dari daratan. Bupati Pati tidak boleh marah karena dikritik rakyatnya, pendendam, sakit hati, iri dengki atau suka memelihara amarah, demi menjaga kekompakan dan kebersamaan.

Laku Hambeging Surya. Maksudnya, seorang pemimpin harus memberi inspirasi pada bawahannya ibarat surya (matahari) yang menyinari bumi dan memberi energi pada setiap makhluk. Bupati Pati mesti memompa semangat warganya untuk bekerja dan berkarya tanpa henti demi tercapainya tujuan pembangunan. 

Laku Hambeging Candra. Maksudnya, seorang pemimpin harus memberi penerangan yang menyejukkan sebagaimana candra (bulan) yang bersinar terang benderang tapi tidak panas. Bupati Pati mesti memberikan bimbingan dan arahan yang mengenakkan kepada bawahan dan warganya.

Laku Hambeging Kartika. Maksudnya, seorang pemimpin harus tetap percaya diri walaupun dalam dirinya terdapat kekurangan dan kelemahan sebagaimana kartika (bintang) yang kecil di angkasa namun optimis mampu memberikan kemanfaatan bagi kehidupan dengan cahayanya.

Insyaallah, bila Pati dipimpin oleh manusia yang nJawani seperti disebutkan di atas, Pati akan menjelma menjadi kabupaten yang gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo tukul kang sarwo tinandur murah kang sarwo tinuku.