Tag

,

Selasa, 2 Agustus 2011, pukul 06.30 WIB, saya dan kawan-kawan Calon Hakim (Cakim) Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Agama (PA) Surakarta berangkat ke Madiun untuk melayat kawan kami, Robby Maulana Siregar SH.

Robby adalah Cakim Mahkamah Agung (MA) RI Angkatan VI yang sedang magang di PN Surakarta. Ia meninggal dunia pada Senin, 1 Agustus 2011 bertepatan 1 Ramadhan 1432 H, pukul 15.30 WIB di RSUD Madiun.

Padahal Jumat, 29 Juli 2011 Robby dan 9 Cakim di PN Surakarta baru saja diambil sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sore harinya bermain sepakbola bersama. Ternyata, hari itu adalah hari terakhir ia masuk kerja. Hari yang seharusnya menjadi hari pertamanya memulai karir sebagai PNS di lingkungan MA, ternyata juga hari terakhir baginya.

Kami tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB. Di sana telah berkumpul banyak orang, berikut karangan bunga duka. Tampak ucapan “Turut Berduka Cita” dari Calon Hakim Angkatan Enam dan Balitbang Kumdil MA.

Kami segera memasuki rumah duka. Kami temui orang tua Robby dan menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas kepergian Robby. “Maafkan jika ada kesalahan Robby,” kata Ayah Robby.

Saya sempat dengar Ibu Robby berkata kepada kawan Cakim PN Surakarta, “Ibu belum pernah foto bersama Robby dengan mengenakan pakaian seperti ini.” Maksudnya pakaian MA warna hijau. Seketika, Ibu Robby berfoto dengan kawan Cakim tadi. “Tolong nanti fotonya dikirim melalui adik Robby ya, Nak!” pintanya.

Sepertinya pemberangkatan jenazah tinggal menunggu kedatangan kami.  Sebab, tak lama setelah kami datang segera digelar upacara pelepasan jenazah. Hampir semua Cakim berebut untuk memikul keranda jenazah.

Sebelum beranjak dari rumah duka, M Arif Kurniawan yang mewakili Keluarga Besar PN Surakarta dan sebagai sahabat sesama Cakim dalam pidato pelepasan jenazah menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia juga memberikan kesaksian atas sahabatnya itu. “Selama kami bergaul, Robby adalah orang yang baik dan giat beribadah,” ungkapnya.

Jenazah lalu dibawa ke masjid dekat rumah duka untuk dishalati. Bertindak sebagai imam shalat adalah Achmad Iftauddin SAg, Cakim PA Surakarta. Setelah itu, jenazah dikebumikan di pemakaman tak jauh dari rumah duka.

Setelah semua prosesi pengurusan jenazah selesai, saya dan kawan-kawan Cakim PA Surakarta mohon pamit kepada orang tua Robby dan keluarganya.

R. Imam Harijadi, SH., MH., Hakim Agung MA yang juga pamanda dari Robby mengatakan, “Terima kasih. Memang jangan lama-lama meninggalkan kantor,”

Harijadi sempat mengungkapkan kebanggaannya melihat Cakim sekarang ini yang membaur jadi satu antara Peradilan Umum dan Agama. “Dulu jaman saya, PN sendiri dan PA sendiri,” imbuhnya.

Sekitar pukul 11.30 kami meninggalkan Madiun, kembali ke kantor. Selamat Jalan Kawan! Semoga Allah senantiasa menyertaimu di sana, menurunkan rahmat-Nya dan menjauhkan dari adzab-Nya. Amin.

Kemarin giliran Robby, bisajadi esok giliran kami. Yang pasti semua kita akan merasakannya. Hanya waktu saja yang membedakan. Sebagai orang yang beragama, tentu kita tidak membiarkan begitu saja setiap kejadian atau musibah. Sudah seharusnya kita memetik pelajaran yang terkandung di baliknya.

Robby masih muda, usianya baru 31 tahun dan belum menikah. Ini menunjukkan bahwa kematian tidak saja milik generasi lanjut usia. Kematian juga pasti menghampiri anak-anak muda, maka jangan sekali-kali berkata, “Ah, masih muda, dipuas-puasin dulu (maksiat),”

Firman Allah di bawah ini patut dijadikan perenungan.

Surat Ali Imran: 180, ”Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”

Surat An-Nisa: 78, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendatangimu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…”

Surat Al-A’raf: 34, “Jika telah datang batas waktunya (ajal), mereka tak dapat mengundurkan barang sedetikpun dan tidak dapat memajukannya”.